Selamat datang di Blog GenJo SMA Trimurti

Selasa, 13 Desember 2011

Takakura Q….Waktunya di Isi





  "Kehidupan selalu erat dengan sampah.........."seluruh sektor kehidupan selalu menghasilkan sampah.Memang benar kalau ada ungkapan "tak ada noda kalau tidak belajar". Pagi ini (5/12) siswa kelas XI IPA 3 SMA Trimurti Surabaya melakukan pengomposan metode takakura. Sekolah kita memiliki 9 takakura yang 2 minggu yang lalu sudah dipanen sebanyak 5 keranjang takakura, dan minggu ini dipanen 2 keranjang takakura. Keranjang takakura yang dipanen ini ditanam SOB (sampah organik basah) pada tanggal 28 September 2011.Yah....ada pemanenan berarti ada pengisian.Kelas XI IPA3 merupakan kelas yang notabene nya kelas yang ramai dan banyak tingkah yang tidak selaras dengan pembelajaran. Jum'at kemarin (2/12) kelas  ini melakukan kesalahan dengan makan beberapa stick saat pelajaran lingkungan, pada jam nya ibu Yunita Shintania.Sebagai punishment nya maka  kelas ini melakukan pengomposan ala patroli lingkungan Gen Jo.




                Langkah pertama, keranjang takakura disiapkan oleh beberapa siswa dibelakang laboratorium TIK, selanjutnya sampah organik basah berupa sisa nasi,sisa sayur-sayuran,serta beberapa kulit buah dari kantin di potong kecil-kecil, kemudian potongan kecil-kecil dari SOB (sampah organik basah) tersebut dimasukkan kedalam keranjang takakura yang telah siap (kardus dan bantalan sekam bawah sudah tertata dengan rapi). Setelah sampah dimasukkan, selanjutnya ditambahkan stater bakteri (berupa kompos yang sudah jadi). Langkah selanjutnya, dilakukan pengadukan yang merata dan ditambahkan air sampai didapatkan kelembaban 60-80% (dengan ditandai air dipermukaan SOB basah, tetapi air tidak mengalir dari bawah keranjang takakura).Selanjutnya, bantalan sekam ditaruh di atas takakura dan bagian atasnya ditutupi dengan kain hitam.Dan yang terakhir....keranjang takakura ditutup dengan penutup takakura.Kemudian dituliskan tanggal penanaman SOB disebelah takukura, agar memudahkan waktu pemanenan.
                Siswa-siswa XI IPA 3 sangat antusias dalam melakukan pengomposan ini,"meskipun bau sampahnya yang gag ku ku....hehehe' saya sangat senang'celoteh duski sebagai salah satu siswa XI IPA3 yang memotong-motong sampah sambil berkeringat.'Save our earth,yah dengan melakukan hal kecil untuk mengurangi sampah-sampah sekolah,paling tidak kita sudah berupaya untuk menyelamatkan bumi ini dari sampah-sampah yang menumpuk.(tim Gen Jo.red)


Foto selengkapnya DISINI

Senin, 12 Desember 2011

Trimurti Juara 1 foto “Perubahan Iklim” pelajar SMA/SMK se-Indonesia

       Tisha Anisa (12 IPS 1) anggota GenJo SMA Trimurti nampaknya berbahagia, pasalnya pada tanggal 10 November penghargaan uang senila Rp.5.500.000 di ballroom hotel mercure, Jln.Darmo surabaya, Tisha Annisa mendapatkan kategori sebagai juara 1 foto terbaik dengan tema “Perubahan Ilim” yang diikuti oleh pelajar SMA/SMK se-Indonesia. Kegiatan ini diselenggarakan oleh DNPI (Dewan Nasional Perubahan Iklim) Jakarta Pusat, mekanisme lomba ini yaitu harus memotret fenomena alam asli mengenai perubahan iklim. Selanjutnya hasil fotoya di email kan ke email Dewan Nasional Prubahan Iklim (DNPI).

    Siswa SMA Trimurti yang mengikuti 3 orang yaitu Tissha Annisa (12 IPS 1) mengambil 3 foto di daerha sukolilo, surabaya ; Bagus Drajat Jiwandono (12 APA 5) mengambil 1 foto didaerah kenjeran; dan Eliazer Naphtali Andy Anastasius (12 IPA 1) mengambil 3 foto didaerah Pamurbaya/pantai timur surabya, dari foto-foto yang emailkan tanggal 6 November akhirnya pada tanggal 9 Nvember SMA Trimurti menerima fax dari DNPI yang menyatakan bahwa Tosha Annisa sebagai juara 1 lomba foto perubahan iklim, dan si mintamengambil hadiah Rp. 5.500.000 di ballroom hotel mercure surabaya pada tanggal 10 Novembr 2011. Sedangkan Baagus Drajat Jiwandono dan Elieze Naphtali Andy foto-foto mereka hanya masuk sebagai nominasi foto terbaik, juara 1 Tisha Annisa SMA Trimurti, juara 2 dan juara 3diraih oleh SMAN 1 Cerme, Gresik.
   
 Dengan mengikuti kegiatan tersebut, Tisha Annisa dan kawa-kawan semakin paham akan fenomena  perubahan iklim yang dirasakan oleh masyarakat. “yaahh....masa depan bumi ada di tangan kita...bagaimana kita melestarikan sumber air, ruang terbuka hijau dan meminimalisir polusi di sekitar kita... ayo teman, satukan hati satukan langkah kita jaga bumi sepenuh hati... jangan wariskan suka cita pada anak cucu kita, wariskanlah alam raya mam hijau tanpa polusi....Gen Jo....Jo...Jok maleesss reeek “



Selasa, 06 Desember 2011

Togaaaa juga perlu nama lho..............


Hibiscus sabdariffa, apa itu ya??hehehehehe.... Seiring denganperkembangan science dan perkembangan penelitian yang mutakhir.Kemajuan dibidang taksonomi mengalami kemajuan pesat. Salah satu tanaman Toga (Tanaman Obat Keluarga) yang sering disebut-sebut dan dijadikan teh yaitu rosela merah (Hibiscus sabdariffa). Siang itu (6/12) kelas X1 sampai X4 SMATRIM berbondong-bondong memasang plakat nama Toga yang berada dibelakang kelas X3 dan X4.
Dengan penamaan tanaman toga yang meliputi nama ilmiah, fungsi dari tanaman tersebut maka warga sekolah akan mengerti serta paham manfaat dari masing-masing tanaman yang ditanam disekolah.SMA Trimurti merupakan sekolah yang memiliki lahan tidak luas,sehingga program penghijaun yang meliputi budidaya tanaman toga serta budidaya tanaman hias yang lain membutuhkan penataan serta pemaksimalan lahan yang sistematis. Sejak 2009 kebun toga SMATRIM selalu mengalami peningkatan. Tahun 2009 tanaman toga yang dimiliki hanya sekitar 7 jenis (spesies sja), sekarang hampir lebih dari 25 spesies tanaman Toga. Variasi tanaman toga ini meningkat seiring dengan peringatan hari puspa dan satwa yang diperingati SMATRIM kemarin tanggal 5 November sebagai upaya penghargaa teradap flora dan fauna alam didunia ini.  Dalam moment ini, seluruh siswa kelas X, melakukan "sasisata (Satu Siswa, Satu Tanaman Toga)". Dengan program ini, variasi tanaman toga di kebun SMATRIM mengalami peningkatan (Tim Gen Jo, red) 

Senin, 05 Desember 2011

Panen Kompos Part 2

Memilih Kompos yg Siap Panen

Kerja Bakti Pengeyakan











"The rubbish is demage, source from waste of the problem, a bad odor, a variety of diseases, germs, flies.............."nampaknya ungkapan itu tidak selaras dengan itikad seseorang yang berkeinginan merubah sampah menjadi barang yang lebih berguna.Siang ini (4/12) tim Gen jo dan beberapa perwakilan kelas XI IPS melakukan pemanenan kompos sebanyak 2 keranjang takakura. Tim Gen jo sepulang sekolah berkumpul dan menyiapkan keranjang takakura yang akan dipanen. Mereka melakukan ganti baju terlebih dahulu, agar pakaian sekolahnya tidak kotor.Pemanenan kompos ini dilakukan disebelahnya kelas X1 IPA 1 yang agak luas dan lempang dari tanaman yang berpot.
                    Langkah pertama, kita melakukan pembagian beberapa kelompok dari masing-masing kelas XI IPS 1 sampai kelas XI IPS 3,yang masing-masing kelompok tersebut bertugas menyiapkan spanduk bekas sebagai alas untuk mengayak hasil kompos, mengambil peralatan cetok, timba serta menyiapkan keranjang takakura yang akan dipanen.Kompos yang berada didalam keranjang takakura dituang kedalam alas spanduk bekas, dan selanjutnya kompos tersebut diayak menggunakan tutup takakura. "Seneng banget ya,dapat menghasilkan kompos buatan sendiri,soalnya kan biasanya saya disuruh membeli kompos sama mama di kayoon,lha sekarang produksi sendiri dec.....wah muannntap"'celetuh aditya sambil berkeringat penuh semangat. "ternyata tidak bau ya, strukturnya mirip tanah dan tidak seperti struktur sampah organik basah yang awalnya berbau menyengat", tambah isti yang mengaku baru kali ini memanen kompos. Setelah mendapatkan kompos yang sudah jadi, kompos tersebut dikemas dan selanjutnya akan digunakan untuk memupuk tanaman toga serta tanaman hias yang berada di sekitar sekolah dan taman sekolah.
                    Bertindak lokal, berpikir global...yah, paling tidak kita sudah berupaya untuk mendaur ulang sampah-sampah yang dihasilkan dari kehidupan kita, terutama dilingkungan sekolah atau tempat tinggal kita.  Dengan menyulap komponen sampah menjadi barang yang layak guna serta bermanfaat bagi kehidupan manusia dan lingkungan, setidaknya kita sudah berupaya untuk melestarikan lingkungan. 'Ayo kawan!!! lakukan apa yang kalian bisa, agar bumi dapat tersenyum", gas-gas karbondioksida, metana dan gas sejenisnya sebagai gas penyebab efek rumah kaca tidak dihasilkan dari aktifitas pengolahan sampah. Lakukan gerakan 3R (Reuse, reduce, recycle) dalam pengolahan sampah.agar sampah tidakmerugikan bagi kehidupan kita, tapi sebaliknya, sampah malah menguntungkan bagi kehidupan kita....Salam Environment !! (Tim Gen Jo.red)





moggo...kalu mau lihat foro selengkapnya bisa dilihat DISINI

Kamis, 01 Desember 2011

Tunas Hijau beserta 20 Besar sekolah Terbaik Eco School Lakukan Aksi Uji Kualitas Air

Air di sebelah Polsek Genteng
 yang dijadikan sampel uji air
“Air........ sumber daya alam yang layaknya sebagai pelengkap kehidupan”. Semua sektor kehidupan bahkan 70 % penyusun kehidupan makhluk hidup terdiri atas air. Atas dasar itulah pelestarian air serta mengkondisikan agar air tetap bersih dan layak pakai adalah sebuah keharusan bagi penghuni alam ini. Pagi ini, jum’at tanggal (25/11) sekitar 20 sekolah yang masuk dalam 20 besar Surabaya Eco School tingkat SMA/SMK/MA berbondong-bondong melakukan uji air secara kimia dan fisika dengan lokasi air sungai di sebelah Polsek Genteng, Surabaya.








Kegiatan ini di mulai dengan pemberian simulasi penggunaan alat.  Meskipun suasana panas matahari yang terik, celah sungai yang sempit, serta bau yang menyengat hal ini tidak mematahkan semangat para pelajar untuk melakukan aksi uji kualitas air. Air sungai yang di uji ini tergolong air yang kurang begitu baik. Yang pertama dalam segi fisik, air agak keruh karena dibuangi limbah domestik secara langsung dari warung-warung serta limbah cair dari sekitar pemukiman penduduk, yang kedua dalam segi biologi tidak banyak biota air yang ditemukan. Hanya beberapa ikan gathul dan beberapa jentik-jentik nyamuk. Yang ke tiga dalam segi kimia, banyaknya busa-busa yang menggenang di atas permukaan air menandakan bahwa adanya kadar detergen yang terlarut  dalam air sungai tersebut. Dengan realita seperti itu maka di perlukan upaya menguji kualitas air secara fisika (turbiditas/kekeruhan, suhu, warna, bau) dan secara kimia (pH, kadar DO). Alat- alat yang digunakan dalam kegiatan ini antara lain, 2 Termometer kertas (bentuk pendek untuk suhu <120C; bentuk panjang untuk suhu >130C); Tabung pH (ukuran besar); Tabung DO (ukuran kecil); Wadah Fill Line (pengambil sampel air yang akan di uji); Kertas pencocokan warna untuk hasil DO, pH, dan Turbiditas; Kertas Turbiditas; kertas hasil pengamatan/ uji kualitas air. Dan bahan yang di butuhkan antara lain, sampel air yang akan di uji; 1 tablet pH; 2 tablet DO.


Pemaparan Materi oleh Pemadu
dari Tunas Hijau
Adapun prosedur uji air secara fisika dan kimia yang di tuturkan oleh pemandu dari tunas hijau, sebagai berikut langkah pertama, yaitu mengambilan air di dalam wadah penguji air sampai batas Fill Line (penanda pada gelas). “Pengambilan air ini harus berlawanan dengan arus air yang mengalir. “sampel air yang di pilih harus air yang berada di lokasi sungai yang terus mengalir bukan lokasi sungai yang alirannya berhenti”, tegas mas Bram sebagai pemandu kegiatan uji air secara fisika dan kimia. “Pengambilan sampel air ini harus berlawanan arah dengan arah aliran air, hal ini dimaksudkan agar kandungan limbah yang tercampur dalam air dapat terambil bersama air yang mengalir, sehingga kondisi keseluruhan air dalam kali tersebut dapat terwakilkan oleh sampel air yang terambil, begitulah kata mas Bram menambahkan keterangnnya sebagai pemandu kegiatan uji kualitas air ini. Langkah kedua, menyiapkan tabung uji pH, selanjutnya memasukkan air yang telah di ambil tadi ke dalam tabung pH sampai batas 10mL. Langkah ketiga memasukkan 1 tablet uji pH  kedalam tabung pH, kemudian menutup tabung tersebut dan mengocoknya selama 30 detik. 
Alat dan Bahan
Setelah menunggu selama 30 detik, melihat perubahan warna yang terjadi dalam tabung penguji pH. Langkah ke empat, menyiapkan tabung penguji DO yang telah diisi air sungai tersebut. Memasukkan 2 tablet DO ke dalam tabung tersebut, kemudian menutup dan mengocok tabung tersebut selama 4 menit. Kemudian mencocokkan warna air yang berada di dalam tabung DO dengan kertas warna uji DO. Langkah ke lima, air sisa yang berada di tabung Fill Line dimasuki kertas Turbiditas untuk mengetahui  tingkat kekeruhan. Kemudian memasukkan kertas termometer untuk mengetahui suhu yang terdapat dalam air sungai tersebut. Selain itu suhu udara di sekitar juga kita ukur. Selanjutnya semua data di tulis dalam lembar pengamatan uji kualitas air.
Pengambilan Air
Mengguji Kualitas Air
               Uji kualitas air secara fisika dan kimia ini bertujuan untuk mengetahui kualitas air secara kimia dan fisika di DAS (Daerah Aliran Sungai) yang berada di sekitar tempat tinggal kita. Dengan kita melakukan uji kualitas air ini, kita dapat mengetahui kualitas air yang ada di sekitar kita, apakah layak untuk di konsumsi serta mendorong kita sebagai generasi muda untuk melakukan upaya-upaya pelestarian agar terbebas dari polutan. Kegiatan ini sangat menyenangkan dan menambah wawasan para pelajar-pelajar yang masuk ke dalam 20 sekolah terbaik program Eco School. Hal ini selaras dengan penuturan Desy Rahmawati selaku anggota uji kualitas air dari SMA Trimurti yang mengatakan sangat tertarik dan sangat mau jika diajak melakukan hal yang sama untuk pengujian air sungai di sekitar tempat tinggalnya. Begitu juga dengan Reza,  pelajar dari SMAN 8 Surabaya yang mengaku sangat antusias melakukan uji air secara fisika kimia ini.
Hasil pH yang di dapat
                Kawan, mari bersama satukan langkah, satukan hati! Mari bersama melestarikan air agar air layak untuk dikonsumsi. “Wariskan sumber mata air kepada generasi muda dan jangan wariskan air mata kepada generasi muda”. Save water for future.................(tim GenJo,red)




foto selengkapnya bisa dilihat DISINI

Sosialisasi program lingkungan di SDN Ketabang

Aktivitas games pengenalan jenis 
sampah (organik dan anorganik)
“Merawat lingkungan tidak mengenal usia, status sosial serta jabatan”yeah ungkapan itu  sangatlah tepat untuk membuat lingkungan semakin lestari. Pagi ini, jumat tanggal 25 November 2011, seluruh siswa-siswi kelas 5 SDN Ketabang mengikuti acara dari kakak-kakak SMA peserta workshop Surabaya eco school. Adapun kegiatan yang akan di lakukan terbagi atas kegiatan indoor dan outdoor.
Kegiatan outdoor yang di lakukan di SDN Ketabang yaitu permainan untuk mengenalkan ke pada siswa-siswi SD Kelas 5 tentang jenis sampah organik dan sama anorganik. Kegiatan itu di laksanakan dengan di awali membuat 2 barisan yang masing-masing barisan terdiri dari kurang lebih 10 siswa-siswi kelas 5. Siswa atau siswi yang berada di belakang akan mengambilkan sampah lalu memberikan
sampah tersebut ke pada teman yang ada di depannya (secara estafet) hingga sampah tersebut sampai ke depan dan anak yang berada di depan akan membuang sampahnya ke tempat sampah berdasarkan jenis sampah yang di bawanya tersebut. “aku sangat senang dan bias mendapatkan pengetahuan dan pengalaman dalam mengelompokan jenis sampah.” tegas Bagas, salah satu siswa SDN Ketabang.
Wawancara dengan siswa  SDN  Ketabang
Kegiatan indoor dilaksanakan di dalam ruang kelas. Adapun kegiatannya terdiri pengayaan konsep jenis sampah organik dan anorganik, permainan games dan kuis. Permainan gamesnya terdiri dari simon berkata dan tupai-tupaian. Adapun games simon adalah suatu games dengan kegiatan cara memberi instruksi untuk memegang bagian-bagian tubuh yang di perintahkan (kepala, pinggang, telinga), dan jika tidak sesuai dengan intruksi, maka akan mendapat hukuman. Hukuman yang di berikan berupa pertanyaan yang berhubungan dengan lingkungan. Salah satu contoh pertanyaanya adalah “sebutkan jenis-jenis sampah”.

Aktivitas Game Tupai
Games tupai, di laksanakan dengan cara memberi instruksi kepada para siswa yang dimana, satu team dibagi menjadi 3 orang siswa yang terdiri dari 2 orang menjadi pohon dan 1 orang menjadi tupai. Ketika seorang pembina (siswa SMA TRIMURTI) memberi instruksi “Angin Ribut”, maka siswa/peserta yang menjadi tupai harus segera pindah dan mencari pohon-pohon yang lain  (tidak boleh sama). Apabila ada tupai (orang) yang tidak segera mendapatkan pohon (orang), maka dia dinyatakan kalah dan harus menjalani hukuman. Hukuman itu diantaranya memberikan sebuah pertanyaan yang berhubungan dengan lingkungan diantaranya, yaitu “Jelaskan apa yang, dimaksud dengan sampah organik basah; sebutkan contoh sampah organik basah dan sampah organik kering”.
            Setelah games usai maka dilanjutkan dengan kuis yang berhubungan dengan lingkungan,yaitu sebuah pertanyaan dari seorang siswa SMA TRIMURTI yang bertugas dikelas itu. Pertanyaan kuis itu adalah “Apa yang kalian harus lakukan agar lingkungan sekitar kalian, khususnya sekolah kalian selalu terjaga kebersihannya? dan apa harapan kalian terhadap lingkungan sekolah kalian ini?”. Kepada siswa yang aktif dan cepat dalam menjawab pertanyaan maka Ia diberi hadiah yaitu berupa sticker dari ECO School.
            Kawan, mari bersama melestarikan lingkungan, adik-adik …. ayo bersama memberikan yang terbaik untuk lingkungan. Salam Environment….Save the nature, it’s our duty!!! (GenJo, Red). 


Foto selengkapnya DISINI

Rabu, 30 November 2011

SMAN 10 Malang jalin kerjasama dengan SMA Trimurti dalam pengelolaan limbah cair sekolah


            "Preserving the environment, is not complete without the cooperation...." yah ungkapan itu memang benar adanya. Upaya pelestarian lingkungan tidak akan berhasil tanpa melibatkan pihak-pihak terkait yang dapat mendukung program-program lingkungan. Pagi ini (30/11) sekitar pukul 09.00 WIB rombongan kepala sekolah SMAN 10 Malang the Sampoerna International Boarding school tiba dibumi Trimurti Surabaya. "Adapun maksud dan tujuan rombongan tersebut ke SMA Trimurti tak lain dan tak bukan guna menjalin kerjasama mengenai pengelolaan limbah cair yang dihasilkan oleh sekolah serta asrama dari SMAN 10 Malang" tegas Mudjiono, selaku Kepala sekolah SMA Trimurti Surabaya.
Melihat IPAL yg ada di depan kantin
SMA Trimurti
            Rombongan SMAN 10 Malang yang datang terdiri dari ibu kepala sekolah, 4 guru pengajar bidang studi biologi, 3 guru pengajar bidang studi kimia serta 6 orang dari akademy sampoerna. Mereka sangat antusias dan berharap banyak dapat menimba ilmu serta informasi mengenai IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) SMATRIM.Rombongan ini, disambut oleh kepala SMA Trimurti di ruang multimedia.
            SMAN 10 Malang merupakan sekolah Adiwiyata Nasional dan juga sekolah binaan dari PT.Sampoerna, tbk. yang banyak memiliki program-program berkaitan dengan peningkatan kualitas lingkungan. Salah satu program yang belum berhasil yaitu pengelolaan limbah cair sekolah. Oleh sebab itu beberapa waktu ini mereka sering kali melakukan kunjungan ke instansi-instansi yang sekiranya dapat memberikan informasi serta wawasan mengenai program-program lingkungan. "Yah.........kita mencoba keluar kandang, kalo ingin sebuah mahakarya lingkungan, meski rasanya sulit untuk mendapatkan perijinan dari instansi, tegas Niken, selaku Kepala sekolah SMAN 10 Malang saat bersalaman dengan dewan guru SMA Trimurti.
Mengajarkan Beberapa Cara Mendaur Ulang
Kertas  Manjadi Barang Berguna
            Acara penyambutan tamu dari SMAN 10 Malang ini, diawali dengan acara perkenalan rombongan dari masing-masing instansi, selanjutnya sambutan dari Kepala sekolah SMATRIM mengawali yang kemudian disusul oleh sambutan kepala sekolah SMAN 10 Malang. Selesai acara sambutan, Ita Nuriati sebagai pembina lingkungan hidup memberikan paparan mengenai IPAL sekolah. "Waduh kayak ujian skripsi waktu di bangku kuliah saya, masak saya satu orang, sedangkan pihak SMAN 10 Malang mengajukan pertanyaan sekitar 15 pertanyaan, tandas ita sambil berwajah penuh semangat. Ita agak mengeluh dalam menjawab 15 pertanyaan, pasalnya guru lingkungan yang serekan dengan ita yang paham betul mengenai IPAL sekolah sudah purna tugas dan pindah tempat tinggal ke Jakarta. Sedangkan kepala sekolah yang baru tidak begitu paham dengan sistem kerja serta pengelolaan bangunan dari IPAL sekolah. "Yaaaah tapi ndak apa-apa, yang penting meraka puas dan merasa mendapatkan wawsan dengan jawaban yang saya ajukan, tambah ita nuriati yang saat itu sedang bercengkerama dengan anggota GenJo (Tim lingkungan Generasi Ijo, SMATRIM). Setelah pemaparan IPAL oleh ita, rombongan SMAN 10 Malang melakukan survey lapangan ke tempat IPAL SMATRIM yang dibangun didepannya kantin sekolah. Rombongan SMAN 10 Malang ini melakukan uji kualitas air IPAL dengan menggunakan pH universal, larutan buffer serta peralatan water monitoring kit. Selesai uji kualitas air IPAL, rombongan SMAN 10 Malang belajar pengelolaan sampah kering kepada tim Gen Jo SMATRIM. Rombongan SMAN 10 Malang belajar menganyam plastik, melakukan daur ulang botol plastik, daur ulang origami serta pemanfaatan sampah kering lainnya. Para tim Gen Jo sangat antusias sekali dalam melakukan pembelajaran menganyam bungkus plastic. “rombongan SMAN 10 malang itu ambisi banget dalam membuat origami, tegas Gian sebagai tim GenJo yang mengajari tim SMAN 10 Malang dengan telaten. Rombongan ini berpamitan dari SMA trimurti tepat pukul 12.15 WIB dan berharap mereka dapat mengaplikasikan IPAL sekolah SMATRIM di instansinya.
                Kawan, mari kita lestarikan lingkungan semaksimal mungkin. Sesemangat rombongan SMAN 10 Malang dating keSurabaya. Save water for future……dengan air yang bersih untuk anak cucu, maka kehidupan dibumi kita ini akan terus indah, Salam Environment (Tim GenJo.red)






monggo...kalau mau lihat foto selengkapnya bisa dilihat DISINI