Selamat datang di Blog GenJo SMA Trimurti

Senin, 28 November 2011

Daur Ulang Sedotan Plastik


Pengajaran Cara Menyambungkan
"Gag gak......gag kuat..........gag, gag gag gag gag level, aku gag level dengan sampah yang kotor" hemmm tampaknya lirik yel-yel itu selalu terpatri dihati siswa-siswa SMA Trimurti. Kenyataannya memang kehidupan dan aktivitas selalu menghasilkan sampah untuk menunjang kehidupan. siang itu (23/11) semua siswa XII IPA 1 sampai IPA 5 saat sepulang sekolah berupaya melakukan daur ulang sedotan plastik. "Ya...namanya juga plastik kan, meski berbentuk sedotan mungil....yang namanya plastik ya terurainya ditanah itu lamaaaaaaa,,,,,,,,butuh waktu 50-70 tahun" celetuh triartha salah satu siswa XII IPA 2 yang antusias memotong-motong sedotan sebagai bahan daur ulang.
Pengerjaan
                " Siswa-siswa XII IPA1-IPA 5 melakukan daur ulang ini dimulai dengan mengumpulkan sampah sedotan plastik berwarna bening yang diperoleh dari pemilahan sampah koperasi sekolah dan kantin sekolah. Mereka melakukan aktivitas ini dengan sangat antusias tidak peduli laki-laki atau perempuan,semuanya sibuk bekerja dikelas masing-masing.Sampah sedotan yang diperoleh dicuci bersih dan selanjutnya dipotong-potong sepanjang kurang lebih 1 cm.Setelah dipotong-potong, sedotan dirangkai dengan menggunakan benang wol berwarna menarik kuning, ungu, merah, hitam, yeahhh sesuka hati si orang yang mau membuat rangkaian sedotan. "Rangkaian sedotan yang dirangkai menggunakan benang dan jarum itu cara kerjanya dengan rumus 1-2,1-2" tegas syarifa, siswa yang sudah mendapatkan untaian sedotan terlebar. "Rumus 1-2,1-2 itu merupakan rumus menguntai yang diajarkan bu ita kepada kami untuk mendapatkan hasil untaian yang memiliki nilai estetika atau nilai keindahan yang maksimal",tambah Leriana alliyu (teman syarifa) sambil sibuk memanjangkan benang wol warna ungu saat ditemui tim Gen Jo.
                "Langkah awal menguntai, yaitu dengan memasukkan 1 potong sedotan kedalam benang,selanjutnya 2 sedotan....dari sini,maka akan didapatkan bentukan segitiga. Dan seterusnya, mengambil 1 potong sedotan, menambahkan 2 potong sedotan lagi, hingga terbentuk banyak bangun segitiga", kata bu Ita Nuriati sambil keliling mendampingi siswa-siswanya berkreasi. Saat bangun-bangun segitiga terbentuk, lama kelamaan bangun segitiga itu akan membentuk lingkaran, sehingga si pendaur ulang dapat membuat barang yang diinginkan, misalnya tas, taplak, dompet, hiasan gelas, tatakan bawahan piring, dan lain sebagainya.

Hasil Jadinya
                Daur ulang ini dilakukan selain untuk mengurangi jumlah sampah dilingkungan sekolah, meningkatkan kreatifitas dan kebersamaan siswa, selain itu juga bermanfaat untuk menghasilkan barang yang akan dijual pada saat pameran lingkungan dibulan desember mendatang di aula SMA Trimurti. Kawan.....mari bersama, mengelola sampah dengan baik.Salah satunya dengan recycle (mendaur ulang sampah) agar kehidupan di bumi ini tidak terganggu oleh dampak-dampak sampah yang merugikan anak cucu kita mendatang, kalau bukan kita.....lalu siapa lagi????"Let's save our eart,act now....or never!!!!bagaimana dengan anda???? (Tim GenJo.red)

0 komentar:

Poskan Komentar